Tapi, langkah itu hanya akan ia ambil jika tidak ada kandidat yang dapat diterima setelah sebuah kemenangan pemilihan oposisi.
Mahathir mengatakan kepada sebuah forum bisnis hari ini (Selasa, 6/6) mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi perdana menteri meskipun dia sering ditanyai mengenai kemungkinan tersebut. Namun ia menambahkan bahwa dirinya akan mempertimbangkan untuk memimpin oposisi ke dalam pemilihan yang akan berlangsung pertengahan tahun depan, jika semua partai oposisi setuju.
"Jika benar-benar tidak ada kandidat untuk menjadi perdana menteri jika oposisi menang, maka mungkin saya bisa mencoba untuk mengambil pekerjaan, tapi hanya dengan syarat semua orang setuju," katanya seperti dimuat
Reuters.
Mahathir menjabat sebagai perdana menteri selama 22 tahun sampai dia mengundurkan diri pada tahun 2003. Namun dia tetap berpengaruh dan selama beberapa tahun terakhir dan muncul sebagai pemimpin oposisi terhadap Perdana Menteri Najib Razak.
Najib sendiri telah terlibat dalam skandal korupsi yang melibatkan dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Najib membantah melakukan kesalahan dan telah berhasil mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan memangkas kritik di pemerintahannya dan mengurangi penyelidikan bahkan saat dana tersebut menjadi subyek investigasi pencucian uang di Amerika Serikat dan setidaknya lima negara lainnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: