Perdana menteri baru tersebut adalah pemimpin Sosial Demokrat Zoran Zaev yang telah membentuk sebuah koalisi dengan partai etnik Albania.
Pemerintah baru dipilih oleh 62 dari 120 anggota parlemen pada Rabu malam (31/5).
Dalam visi misinya, ia ingin mempercepat reformasi ekonomi dan upaya untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.
"Tujuan kami adalah keanggotaan UE dan NATO dalam waktu sesingkat mungkin," kata Zaev di hadapan parlemen saat dia menggariskan prioritas pemerintahannya seperti dimuat
BBC.
Dia membentuk koalisinya beberapa bulan yang lalu setelah setuju untuk mendukung sebuah undang-undang yang membuat Albania menjadi bahasa resmi kedua di negara tersebut.
Zaev mencoba membentuk sebuah pemerintahan pada bulan Maret namun diblokir oleh Presiden Gjorge Ivanov yang menuduhnya mengancam kedaulatan Makedonia.
Makedonia telah mengalami krisis politik selama dua tahun menyusul skandal penyadapan kawat.
Ribuan orang Macedonia telah turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi menentang RUU tersebut.
Etnis Albania membentuk sekitar seperempat populasi Macedonia.
Negara ini mendekati perang sipil pada tahun 2001 setelah pemberontakan Albania.
[mel]
BERITA TERKAIT: