
Pelaku pengganggu penerbangan Malaysia Airlines MH128 dari Melbourne ke Kuala Lumpur pada Rabu malam (31/5) diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 25 tahun, seorang warga negara Sri Lanka.
Ia membeli tiket pesawat hanya selang beberapa jam usai dilepaskan dari perawatan kejiwaan di Australia.
Penumpang tersebut menggangu penerbangan dengan mencoba memasuki kokpit yang meneriakkan bom.
Penumpang lainnya berupaya mengamankan pelaku dan mengikatnya dengan sabuk pengaman.
Menyadari adanya ancaman, pilot putar balik dan kembali ke Melbourne.
Dikabarkan
Reuters, Malaysia Airlines mengatakan bahwa Airbus A330, yang membawa 337 penumpang dan awak kapal, berada di udara hanya 30 menit dari waktu penerbangan delapan jam sebelum mendarat.
Penerbangan mendarat dengan selamat dan penumpang yang mengganggu segera ditangkap.
Polisi yang semula mencurigai bahwa insiden tersebut terkait dengan teror akhirnya mengatakan bahwa insiden kemungkinan besar terjadi karena faktor gangguan kejiwaan pelaku.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: