Remaja itu bernama Davis Allen Cripe. Ia ambruk di sebuah sekolah menengah atas pada bulan April lalu setelah minum latte McDonalds, minuman ringan Mountain Dew yang besar dan minuman energi hanya dalam waktu kurang dari dua jam.
Menurut keterangan dari otoritas setempat pekan ini, remaja 16 tahun itu meninggal karena gangguan jantung yang disebabkan karena kafein.
Remaja 16 tahun itu mengalami gangguan jantung akibat kafein yang menyebabkan kemungkinan aritmia.
Padahal sebelumnya ia tidak memiliki masalah jantung sebelumnya.
"Ini bukan overdosis kafein," kata otoritas setempat.
"Kami tidak mengatakan bahwa itu adalah jumlah total kafein di dalam sistem, hanya saja cara itu tertelan dalam jangka waktu yang singkat," sambung pernyataan tersebut seperti dimuat BBC.
Kafein mungkin tidak akan dianggap sebagai faktor kematian remaja tersebut jika saksi tidak dapat memberi tahu pejabat tentang apa yang telah diminumnya sebelum kematiannya.
Saksi utama tidak bisa mengatakan merek minuman energi apa yang diminum Cripe tapi mengatakan bahwa itu berasal dari wadah seukuran minuman ringan besar.
Sebelumnya, para ilmuwan di Mayo Clinic mengatakan bahwa mengkonsumsi hingga 400mg kafein sehari tampaknya aman untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat.
Namun pada tahun 2015, Otoritas Keamanan Pangan Eropa mengatakan bahwa minum lebih dari 400mg dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur, tremor, kegelisahan, insomnia dan serangan panik.
Cripe mungkin telah mengkonsumsi sekitar 470mg kafein hanya dalam waktu kurang dari dua jam, berdasarkan statistik dari situs web caffeineinformer.com.
[mel]
BERITA TERKAIT: