"Pertumbuhan ekonomi tidak berada di tanah yang kokoh. Globalisasi ekonomi menghadapi beberapa angin topan. Pembangunan menjadi tidak merata, belum lagi tantangan lain yang membayangi ekonomi dunia seperti perang, konflik, terorisme dan arus pengungsi dan migran yang besar," kata Xi kepada pluhan pemimpin negara yang hadir dalam pertemuan puncak yang mempromosikan prakarsa Belt and Road, sebuah kampanye infrastruktur China yang berpotensi bersejarah yang dapat mengubah keadaan di negara berkembang yang digelar di China.
"Dihadapkan oleh tantangan ini, banyak negara merenungkan jalan ke depan. Di dunia saling ketergantungan dan tantangan yang semakin meningkat, tidak ada negara yang dapat mengatasi semua tantangan atau menyelesaikan masalah dunia dengan sendirinya," tambah Xi.
Ia menambahkan bahwa karena hal tersebut lah, maka para pemipin negara-negara di dunia harus menolak proteksionisme dan menghindari pengaturan eksklusif.
"Angsa angsa dapat terbang jauh dan aman melalui angin dan badai karena mereka bergerak dalam kawanan ternak dan saling membantu satu sama lain sebagai sebuah tim," kata kepala partai Komunis tersebut.
"Pesannya adalah, cara terbaik untuk menghadapi tantangan dan mencapai perkembangan yang lebih baik adalah melalui kerja sama," tegasnya seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: