Kesembilan warga Malaysia itu merupakan staf diplomatik beserta keluarganya yang bertugas di Pyongyang.
Mereka dilarang keluar dari Korea Utara pasca ketegangan diplomatik Malaysia dan Korea Utara yang dipicu oleh pembunuhan pria Korea di bandara Kuala Lumpur yang disebut-sebut sebagai Kim Jong Nam, kaka tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman menyebut bahwa kesembilan orang tersebut bisa pulang setelah diizinkan oleh pihak Korea Utara tanpa ada pertukaran apapun.
"Tidak akan ada pengganti untuk diplomasi," sebutnya saat menyambut kepulangan sembilan orang tersebut di bandara.
Mereka yang telah kembali termasuk konselor negara untuk Korea Utara, Mohd Nor Azrin Md Zain, staf kedutaan, dan keluarga mereka.
Konselor mengatakan bahwa ketika Pyongyang mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak bisa meninggalkan Korea Utara, pihaknya merasa khawatir karena merasa tidak pernah melakukan kesalahan.
Namun demikian ia menegaskan bahwa mereka tidak diganggu dan diberi jaminan bahwa kehidupan bisa berjalan seperti biasa.
Mereka diterbangkan pulang dalam pesawat jet bisnis dikemudikan oleh anggota angkatan udara Malaysia.
Sementara itu, pagi tadi juga jasad pria Korea yang disebut sebagai Kim itu dibawa pulang ke Korea Utara melalui Beijing.
Malaysia sebelumnya mengatakan mereka tidak akan melepaskan tubuh sampai permintaan datang dari anggota keluarga.
Pada hari Kamis, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan permintaan resmi telah diterima dari keluarga, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
[mel]
BERITA TERKAIT: