
Eskalasi dalam permusuhan di semenanjung Korea semakin menutup peluang untuk dialog dengan pemerintah Kim Jong Un.
Begitu kata penyidik HAM PBB untuk Korea Utara Tomas Ojea Quintana (Senin, 13/3).
Ia menyuarakan keprihatinan bahwa antara 80 ribu dan 120 ribu orang ditahan di empat kamp penjara politik di Korea Utara.
Ia menambahkan bahwa ada ratusan keluarga di Korea Selatan dan Jepang masih mencari kerabatnya yang hilang da diyakini diculik oleh Korea Utara.
"Ketegangan militer telah membawa dialog hak asasi manusia dengan Korea Utara berhenti," kata Ojea Quintana di hadapan Dewan HAM PBB di Jenewa seperti dimuat CNA.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: