
Badan Kesehatan PBB (WHO) menyatakan bahwa virus zika kina tak lagi berstatus darurat internasional.
Virus yang ditularkan oleh nyamuk dan berkaitan dengan komplikasi neurologis itu dinilai penularannya telah menurun di seluruh Amerika Latin dan Asia.
Virus tersebut menjadi sorotan karena bukan hanya menular secara cepat, tapi juga karena kuat diyakini para peneliti internasional, bila terkena ibu hamil, maka bayi berpotensi lahir dengan cacat neurologis berupa ukuran kepala yang kecil.
Namun WHO menegaskan bahwa kendati tak lagi dinyatakan berstatus darurat internasional, bukan berarti dunia harus merendahkan ancaman virus yang menyebar di hampir 30 negara di dunia.
WHO mengatakan langkah-langkah darurat telah mebuat sejumlah pihak di dunia melakukan respon terkoordinasi. Namun virus masih tetap menyebar.
"Ini merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan dan abadi, tetapi tidak lagi mewakili keadaan darurat," kata Dr David Heymann, yang mengepalai komite darurat WHO pada Zika.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.