Dikutip dari
Korean Centre News Agency, disebutkan bahwa pernyataan Deputi Menlu AS, Antony J. Blinken pekan lalu (Jumat, 28/10) di Seoul National University, Republik Korea atau Korea Selatan mengenai ujicoba nuklir dan peluncuran misil Korea Utara tidak beralasan dan memancing ketegangan baru.
"Pernyataannya yang provokatif tidak berarti apa-apa melainkan tangisan kelompok Obama yang ketakutan menghadapi keberhasilan DPRK mengembangkan kedua hal itu," tulis
KCNA.
Apa yang disampaikan Blinken itu, sambung Kementerian Luar Negeri Korea Utara, tidak lebih dari ekspresi kesedihan kelompok Obama yang kini seperti perahu tenggelam.
"Bunyinya seperti permintaan agar dimaklumi yang menjijikkan dan bermaksud untuk menghindarkan tanggung jawab karena mendorong Korea Utara mengembangkan persenjataan nuklir dan karena membuat Semenanjung Korea berada pada fase yang tidak bisa dikontrol," sambung pihak Kemenlu Korut.
Komedi-tragedi yang ditampilkan kelompok Obama mengenai denuklirisasi sama sekali tidak masuk akal.
"Terlepas dari bagaimanapun juga jahatnya kelompok Obama menyerang DPRK, itu akan membuat jalan yang telah dipilih DPRK lebih dinamis dan berkembang," sambung Kemlu Korea Utara.
Pada bagian akhir pemerintahan Obama diminta untuk berhenti menginterfensi negara lain dan fokus pada urusan mereka sendiri sebelum meninggalkan Gedung Putih.
[dem]
BERITA TERKAIT: