Menurut laporan terbaru, Doñana yang terdiri dari bukit pasir, sungai dangkal dan laguna itu diketahui membentang di hamparan seluas 540 kilometer persegi.
Taman Nasional tersebut merupakan rumah bagi sekitar 2.000 spesies, termasuk burung, flaminggo dan kuda liar yang bebas berkeliaran di kawasan tersebut.
Namun dalam penelitian terbaru ditemukan bahwa saat ini wilayah tersebut telah kehilangan sekitar 80 persen pasokan air alami karena drainase rawa, pertanian intensif dan polusi air dari industri pertambangan.
Dalam laporan yang sama disebutkan juga bahwa Spanyol kini hanya memiliki waktu hingga 1 Desember mendatang untuk menyatakan bahwa Doñana secara permanen permanen terlarang untuk pengerukan dan kegiatan industri. Bila tidak, maka Spanyol akan menjadi negara Uni Eropa pertama yang memiliki taman nasional yang diklasifikasikan dalam kategori "bahaya".
Eva Hernández, juru bicara WWF, yang meluncurkan kampanye untuk menyimpan Doñana Rabu, mengatakan bahwa situasi taman telah menjadi kritis.
"Keanekaragaman hayati Doñana telah terkikis selama 40 tahun terakhir dan kami mencapai point of no return," kata juru bicara LSM WWF Eva Hernández.
"Kita bisa melakukan hal-hal untuk memulihkan taman, tetapi tekanan dari perusahaan swasta dan publik menjadi tak tertahankan. Kita harus memutuskan apakah itu lebih penting untuk mengkonsumsi semua sumber daya Doñana atau untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan jasa kepada masyarakat," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: