Begitu kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut hal tersebut sebagai tanggungjawab yang mengikat untuk mencegah ISIS tidak melakukan tindakan ke dalam negeri.
"Ini adalah tanggungjawab kita untuk mengakhiri kiprah ISIS di Suriah dan untuk membawa mereka ke level di mana mereka tidak bisa melaksanakan serangan di negara kita," kata Erdogan.
Ia juga menegaskan bahwa serangan yang saat ini dibawa Turki ke tanah Suriah baru tahap awal upaya melawan ISIS. Serangan tersebut dikenal juga dengan sebutan Operation Euphrates
Dalam pernyataan yang sama, ia juga memastikan bahwa Turki juga bertekad untuk mengalahkan Partai Pekerja Kurdi terlarang (PKK) dan kelompok Feto ulama yang berbasis di Amerika Serikat Fethullah Gulen.
Erdogan telah menuduh Gulen mendalangi upaya kudeta yang gagal pada bulan Juli. [mel]
BERITA TERKAIT: