Hal itu dipaparkan oleh para ahli keamanan di sebuah konferensi kebijakan keamanan Eropa di Brussels Belgia pekan ini.
Para ahli di konferensi menyebut bahwa para teroris yang tersebar di negara-negara anggota Uni Eropa tersebut memiliki ambisi untuk melakukan serangan yang lebih mematikan di tanah Eropa.
Banyaknya anggota ISIS yang tersebar di Uni Eropa dinilai karena kurangnya pendekatan yang terkoordinasi antar negara.
"Ancaman ini, di Eropa setidaknya, berasal dari politik domestik disfungsional dan sulit, lebih dari mereka berasal dari sumber eksternal," kata Jeremy Shapiro, direktur riset dari Dewan Eropa Hubungan Luar Negeri seperti dimuat
Press TV.
Sementara itu mantan Komisaris Uni Eropa Michel Barnier mengatakan pada konferensi bahwa krisis pengungsi yang dihadapi Eropa berpotensi dapat dimanfaatkan oleh para teroris yang mungkin masuk dengan cara menyamar sebagai pencari suaka.
Sejumlah besar pengungsi yang melarikan diri dari zona konflik di Timur Tengah dan Afrika telah tiba di Eropa untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kebanyakan dari mereka mengambil rute laut ke perbatasan eksternal Uni Eropa.
Karena itulah ia menekankan perlunya sistem dan kontrol pengamanan di perbatasan yang lebih baik.
[mel]
BERITA TERKAIT: