Bukan hanya menggerebek surak kabar, pemerintah Maladewa juga menggerebek kantor LSM HAM dan membatalkan paspor milik tokoh-tokoh oposisi ternama.
Penggerebekkan tersebut dilakukan hanya selang beberapa jam setelah dokumenter Al Jazeera tersebut ditayangkan secara online.
Surat kabar yang digerebek adalah Maldives Independent yang dituduh memiliki hubungan dengan mantan presiden partai Demokrat Maladewa Mohamed Nasheed.
Menurut keterangan pihak setempat, sejumlah lantai di gedung digeledah selama sekitar 15 menit. Namun mereka akhirnya pergi tanpa menyita apapun.
Sementara itu salah seorang editor, Zaheena Rasheed mengirimkan pernyataan yang menyebut bahwa penggerebekkan tersebut merupakan bagian dari serangan.
Rasheed sendiri memberikan komentar untuk dokumeter. Ia segera melarikan ke Colombo sebelum dokumenter tersebut ditayangkan.
"Ada satu jurnalis kita yang menghilang, mereka menyerang parang pintu kami, dan kamera keamanan kami dirusak, sehingga kami harus pindah. Ini bukan tempat yang aman bagi wartawan," ujarnya.
Sementara itu komisi penyiaran Maladewa merilis sebuah pernyataan yang mengklaim pihaknya telah menerima keluhan tentang film dokumenter dan memperingatkan bahwa mereka yang disiarkan tuduhannya yang bertanggung jawab atas pencemaran nama baik.
[mel]
BERITA TERKAIT: