Kontak dengan 13 penjara swasta akan ditinjau ulang dan diperkirakan akan diakhiri dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
"Mereka tidak menyimpan substansial pada anggaran. Mereka tidak mempertahankan tingkat keselamatan dan keamanan yang sama," kata Wakil Jaksa Agung Sally Yates menjelaskan keputusan.
Laporan Inspektur Jenderal yang dirilis bulan ini menemukan bahwa penjara swasta memiliki tingkat yang lebih tinggi dari insiden kekerasan dan pelanggaran aturan dibandingkan dengan lembaga yang dikelola pemerintah.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, saham perusahaan penjara swasta di Wall Street menurun tajam.
Pemerintah federal diketahui mulai mengandalkan penjara swasta pada tahun 1990 selama periode kepadatan penduduk, dengan populasi narapidana memuncak pada tahun 2013.
Namun demikian, dalam tiga tahun terakhir terdapat penyusutan jumlah tahanan. Hal tersebut juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pertimbangan peninjauan kembali itu muncul.
Tercatat pada Desember tahun lalu, penjara swasta menampung sekitar 22.660 tahanan dari total keseluruhan 200 ribu tahanan.
[mel]
BERITA TERKAIT: