Hal itu dilakukan menyusul kampanye yang dilucurkan oleh Menteri Dalam Negeri venezuela yang baru Nestor Reverol.
Reverol mengatakan bahwa pemusnahan tersebut merupakan indikai bahwa ada upaya untuk melakukan kontrol atas senjata di kalangan masyarakat sipil.
Venezuela sendiri dikenal sebagai negara yang memiliki tingkat pembunuhan tertinggi kedua di dunia. Masalah kemiskinan serta semakin maraknya geng kejahatan memicu peningkatan jumlah kasus pembunuhan dan penggunaan senjata api.
Menurut para pakar, kelompok sipil bisa mendapatkan senjata api dari polisi, baik dengan cara mencuri atau membeli dari pejabat polisi yang korup.
Dengan inflasi 185 persen pada tahun 2015 dan runtuhnya mata uang, gaji polisi telah jatuh jauh di belakang kenaikan harga. Kondisi tersebut menciptakan lebih banyak upaya untuk melakukan korupsi.
"Kami akan membawa perlucutan senjata dan perdamaian," kata Reverol seperti dimuat Reuters. [mel]
BERITA TERKAIT: