Wisatawan berusia 31 tahun itu sebenarnya hendak melapor bahwa dompetnya dicuri di Stuttgart. Namun alih-alih melapor ke polisi, pria tersebut justru secara tidak sengaja terdaftar sebagai migran.
Hal tersebut terjadi karena kendala bahasa. Pria tersebut tidak dapat berbicara bahasa Inggris ataupun Jerman. Sehingga petugas dan orang sekitar tidak ada yang dapat memahaminya.
Pria tersebut menurut ketika pihak berwenang mengambil paspor dan visanya serta mengambil sidik jarinya. Padahal itu adalah prosedur untuk pengajuan suaka oleh para migran.
Tim dari Palang Merah Internasional yang menangani masalah migran di Jerman merasa curiga dengan pria tersebut. Karena ia tampak berbeda dari migran lainnya, bukan hanya secara fisik, tapi juga tingkah laku.
Teka-teki pun akhirnya terpecahkan setelah seorang penerjemah bahasa mandarin didatangkan khusus untuk menginvestigasinya.
Barulah terungkap bahwa ia tengah melakukan perjalanan di Jerman dan berencana untuk pergi ke Italia dan Perancis. [mel]
BERITA TERKAIT: