Pakar Investigasi Kecelakaan Udara: MH350 Sengaja Diterbangkan Ke Dalam Air

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 01 Agustus 2016, 12:34 WIB
Pakar Investigasi Kecelakaan Udara: MH350 Sengaja Diterbangkan Ke Dalam Air
Solidaritas untuk para penumpang dan keluarga penumpang pesawat malaysia airlines mh370/net
Kecil Besar
rmol news logo Pesawat nahas Malaysia Airlines MH370 diyakini telah dikendalikan untuk jatuh ke dalam air.

Begitu penuturan pakar investigasi kecelakaan udara dunia, Larry Vance. Ia meyakini bahwa tidak ada teori lain yang bisa menjelaskan kasus tersebut, selain jatuh ke dalam air.

"Seseorang telah menerbangkan pesawat ke dalam air," kata Vance di channel Nine’s 60 Minutes seperti dilansir The Guardian (Senin, 1/8).

Ia yakin bahwa bagian kecil sayap pesawat MH370 yang disebut dengan flaperon, yang ditemukan setahun lalu di lepas pantai Madagaskar menunjukkan bukti bahwa ada pesawat dihempaskan ke dalam air.

Kata Vance, hal itu pula lah yang menyebabkan puing-puing sulit ditemukan hingga saat ini. Karena kecelakaan dengan teori tersebut menyebabkan pesawat terbagi menjadi puing-puing kecil.

Vance menyebut bahwa dengan penemuan flaperon, para ahli dan tim investigasi harusnya sudah bisa menyimpulkan bahwa kecelakaan tersebut disengaja oleh sang pilot yang nakal. Pasalnya bagian pesawat MH350 itu ditemukan dengan sejumlah kerusakan konsisten akibat kekuatan air.

"Semua orang harus kemudian menyimpulkan, dalam pendapat saya bahwa ini adalah peristiwa rekayasa manusia, tidak ada penjelasan lain," tegasnya.

Teori Vence bertolak belakang dengan dasar teori pencarian tim pimpinan Australia yang menilai bahwa pesawat tidak berada di bawah kendali manusia saat jatuh.

Namun demikian, penyelidik kecelakaan dari Biro Keselamatan Transportasi Australia Peter Foley mengatakan bahwa kecelakaan bisa saja merupakan hal yang disengaja pilot.

Pesawat nahas tersebut diketahui menghilang dalam perjalanannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014 lalu. Hingga saat ini masih belum jelas nasib 239 orang yang ikut di dalam penerbangan. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA