Kehadiran mereka adalah sebagai bentuk solidaritas atas pembunuhan seorang pendeta di Normady oleh militan ISIS.
"Kami berbagi rasa sakit mereka, rasa sakit dari semua orang yang menderita dalam segala hal," kata Presiden Dewan Muslim Perancis Danielle Ludon yang hadir dalam kebaktian.
"Sentimen yang muncul sangat kuat," sambungnya seperti dimuat
Reuters (Senin, 1/8).
Diketahui bahwa pekan lalu, tepatnya tanggal 26 Juli, sejumlah pria bersenjata melakukan aksi teror di gereja katolik Saint-Etienne-du-Rouvray, Perancis bagian barat.
Dalam aksi tersebut, mereka memaksa seorang imam yang tengah memimpin khotbah yakni Jacques Hamel untuk berlutut sebelum akhirnya mereka menggorok lehernya. Aksi teror tersebut diklaim oleh kelompok militan ISIS.
Selain di Perancis, aksi solidaritas juga ditunjukkan di sejumlah kota di Italia.
"Terimakasih bagi semua warga muslim Italia yang mengajak masyarakatnya untuk melawan fundamentalis." kata Menteri Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni di akun twitternya.
Italia diketahui meningkatkan pengawasan masjid setelah gelombang serangan di Perancis dan Jerman.
[mel]
BERITA TERKAIT: