Diketahui bahwa Gulen yang saat ini tinggal di Amerika Serikat dituduh mendalangi upaya kudeta di Turki pada tanggal 15-16 Juli kemarin yang menewaskan 265 orang.
Menurut keterangan Menteri Hukum Turki Bekir Bozdag, seperti dimuat
The Guardian (Jumat, 29/7), Gulen telah merencanakan kudeta selama beberapa dekade. Ia memperingatkan bahwa Gulen yang telah tinggal di pedesaan Pennyslvania selama beberapa tahun terakhir bisa saja melarikan diri dari Amerika Serikat untuk mencari suaka politik ke Australia, Meksiko, Kanada, afrika Selatan atau Mesir.
Pemerintah Turki sendiri sebelumnya menganggap bahwa bukti keterlibatan Gulen dalam kudeta sangat kuat dan bila kerjasama ekstradisi dengan Amerika Serikat gagal, maka akan ada konsekuensi jangka panjang bagi hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Turki.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: