Konflik Tak Kunjung Usai, Pekerja Anak Di Irak Meningkat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 10 Juli 2016, 18:01 WIB
Konflik Tak Kunjung Usai, Pekerja Anak Di Irak Meningkat
ilustrasi/net
Kecil Besar
rmol news logo Lebih dari setengah juta anak-anak di Irak diperkirakan berada di tempat kerja dan bukannya di bangku sekolah. Hal itu terjadi karena konflik dan kekerasan telah mengganggu perekonomi jutaan keluarga di Irak sehingga memaksa anak-anak untuk ikut mencari nafkah.

Menurut data badan anak-anak PBB UNICEF, saat ini ada lebih dari 575.000 anak-anak Irak yang bekerja. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990, di mana Irak menyerang Kuwait.

UNICEF mengatakan, sejak awal 2014, hampir 10 persen  atau lebih dari 1,5 juta anak-anak Irak telah dipaksa meninggalkan rumah mereka karena kekerasan.

Hampir satu dari lima sekolah ditutup karena konflik dan hampir 3,5 juta anak-anak usia sekolah kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Secara total, setidaknya 3,6 juta anak-anak di Irak berada pada risiko kematian, cedera serius, kekerasan seksual, penculikan dan rekrutmen menjadi bagian dari kelompok-kelompok bersenjata. Jumlah tersebut meningkat 1,3 juta sejak 18 bulan terakhir. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA