Mantan Penguasa Mongolia: Denuklirisasi Kunci Perkembangan Ekonomi Korut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 10 Juli 2016, 17:35 WIB
Mantan Penguasa Mongolia: Denuklirisasi Kunci Perkembangan Ekonomi Korut
Punsalmaagiin Ochirbat/net
Kecil Besar
rmol news logo Mantan Presiden Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat mengatakan bahwa Korea utara tidak bisa mengembangkan senjata nuklir dan membangun ekonomi dalam waktu yang bersamaan.

Ia menekankan bahwa Korea Utara harus terlebih dahulu menghentikan program nuklirnya demi pertumbuhan ekonomi.

Ochirbat, yang menjabat sebagai presiden yang dipilih langsung pertama Mongolia pada periode 1990-1997 mengatakan, kerja sama ekonomi dengan Korea Utara merupakan hal yang mustahil, kecuali jika negara tersebut berhenti menjalankan program nuklirnya.

"Korea Utara perlu fokus pada peningkatan hubungan dan kerjasama ekonomi dengan negara-negara tetangga untuk meningkatkan ekonominya," kata Ochirbat dalam sebuah wawancara dengan Yonhap News Agency pekan ini.

"Pengembangan nuklir tidak harus menjadi prioritas Utara," sambungnya.

Ochirbat merupakan tokoh penting dalam membangun hubungan antara Korea Selatan dan Mongolia. Selama kepemimpinannya, Korea Selatan dan Mongolia menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1991. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi pemimpin Mongolia pertama yang mengunjungi Korea Selatan.

Ochirbat juga dikenal sebagai sosok yang gencar mendukung denuklirisasi di negaranya. Pada tahun 1992, ia menyatakan Mongolia sebagai zona bebas senjata  nuklir di hadapan Majelis Umum PBB.

Ochirbat sebelumnya mengatakan keamanan nasional berasal dari kekayaan negara, bukan dari senjata nuklir, dan mendesak Korea Utara untuk membuka pintu untuk memberi makan rakyatnya sendiri. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA