Latihan perang itu dinilai sebagai provokasi dan sudah melewati batas. Selain karena kekuatan pasukan yang digelar begitu besar, latihan perang itu juga dinilai sebagai provokasi yang melampaui batas karena menjadikan kantor pemimpin tertinggi Korea Utara sebagai target operasi militer.
Demikian disampaikan Komite Persahabatan Korea dan Asia Pasifik atau Korea-Asia Pacific Exchange (KAPE), salah satu cabang dari Komite Solidaritas Korea untuk Persahabatan dengan Masyarakat Dunia, dalam keterangan kepada redaksi.
Disebutkan, dalam latihan perang yang dilakukan pada hari Senin lalu (21/3), Korsel dan AS mengerahkan 16 jet tempur yang dipersenjatai dengan misil serangan udara-daratan.
"Ini (latihan perang Korsel dan AS) adalah provokasi yang dialamatkan kepada kewibawaan pemimpin tertinggi DPRK dan merupakan aksi konfrontasi buruk yang tidak dapat ditolerir," ujarnya.
"Mulai saat ini, unit reguler Tentara Rakyat Korea, Pengawal Merah Petani-Pekerja, Pemuda Pengawal Merah dan seluruh kekuatan revolusioner lainnya beserta rakyat Korea di utara akan mengarahkan setiap aksi mereka untuk membalas dan mengusir grum Park Geun Hye (Presiden Korsel) dari tanah ini (Semenanjung Korea) juga dari dunia," tulis KAPE.
Juga disebutkan bahwa Tentara Rakyat Korea saat ini dalam kondisi siapa siaga untuk merengsek masuk ke wilayah Korsel dan menduduki Chongwadae atau Blue House, kantor Park Geun Hye.
"(Tentara Rakyat Korea) tanpa ampun akan menjatuhkan (
wipe out) Park Geun Hye dan pecinta perang Korea Selatan lainnya,†demikian KAPE.
[dem]
BERITA TERKAIT: