Kabar ini mencuat setelah publik menyadari absennya Ri di sejumlah acara kenegaraan. Dia juga tak bersanding dengan Kim Jong-un ketika Supreme Leader itu menghadiri acara penting.
Salah satu momen penting adalah saat peluncuran roket pada 7 Februari lalu. Ri tidak nampak mendampingi Kim muda.
Menurut kantor berita pemerintah Korsel, Yonhap, seharusnya pejabat sekelas Ri wajib datang menyaksikan acara tersebut.
Entah sengaja atau tidak, pekan lalu, Kim Jong-un, dalam rapat komite pusat dengan Partai Pekerja, menyinggung masalah moral dan korupsi di tubuh pemerintah.
Kim meminta pejabatnya unÂtuk tidak terpeleset dalam kasus korupsi. Meski tidak menyebut nama Ri, Yonhap menyimpulÂkan, pesan Kim ini merujuk kepada Ri. Kim tidak mau ada pejabatnya yang menyalahi kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
"Saya mengkritik mereka yang mencari keuntungan, meÂnyalahgunakan kekuasaan, daÂlam birokrasi partai," ujar Kim.
Ri awalnya disebut KCNA sebagai figur kunci di lingkaran Kim Jong-un. Dia terpilih sebaÂgai staf senior di Angkatan Darat Korut pada 2012 sebelum menÂjadi kepala stafnya. Ri terakhir kali terlihat di awal Januari 2016 bersanding dengan Kim saat melakukan tes bom hidrogen.
Kim Jong-un telah melakukan serangkaian eksekusi terhadap pejabat tingginya semenjak menduduki kursi kepemimpinan pada 2011.
Januari 2015 Kim mengekÂsekusi Jenderal Pyon In-son, kepala operasi angkatan darat. Berlanjut pada Mei, dia juga melakukan hal yang sama keÂpada Menteri Pertahanan Hyon Yong-chol yang tertidur saat Kim berpidato. ***
BERITA TERKAIT: