Penyusunan pedoman baru itu dimaksudkan untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan cedera serius yang melibatkan piramida manusia.
Kata Menteru Pendidikan Jepang Hiroshi Hase seperti dimuat
BBC (Selasa, 9/2), aturan baru terkait piramida manusia dalam olahraga sekolah akan resmi diberlakukan pada akhir Maret mendatang.
"Ini melibatkan kehidupan anak-anak, dan beberapa korban dilaporkan telah mengalami cedera serius," kata Hase.
Formasi piramida manusia biasanya dibuat dengan beberapa orang berlutut dan sejumlah orang lainnya berdiri di atas punggung temannya itu. Formasi semacam itu dibuat bertumpuk-tumpuk hingga menyerupai piramida.
Aktivitas itu merupakan salah satu yang digemari di Jepang. Putri Aiko juga pernah ambil bagian dalam senam tersebut pada tahun 2013 lalu.
Namun aktivitas tersebut beresiko karena bisa menyebabkan orang yang melakukannya mengalami cedera.
Menurut Dewan Olahraga Jepang, sejak tahun 2011 lalu pembayaran asuransi untuk cedera yang berhubungan dengan piramida manusia telah mencapai lebih dari 8.000 kasus per tahun.
Salah satu kasus terjadi di Osaka pada September 2015 di mana seorang siswa mengalami patah tulang setelah piramida manusia sepuluh tingkat runtuh. Insiden itu memicu reaksi dari masyarakat uang meminta dewan pendidikan lokal yang meminta agar ada pembatasan piramida manusia hanya sampai maksimal lima tingkat.
[mel]
BERITA TERKAIT: