Satelit yang diberinama Kwangmyongsong-4 itu dikabarkan berhasil memasuki orbit sekitar 10 menit setelah lepas landas dari pusat ruang Sohae di provinsi Pyongan Utara.
Korea Utara kerap menyebut bahwa satelit itu merupakan murni program luar angkasa yang merupakan bagian dari perkembangan ilmiah. Namun Amerika Serikat dan Korea Selatan menuding bahwa Korea Utara mengembangkan rudal balistik antara benua yang bisa mencapai Amerika Serikat.
Menanggapi peluncuran satelit tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyebut bahwa negeri Paman Sam akan bekerjasama dengan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah signifikan terhadap Korea Utara.
Kerry menyebut bahwa peluncuran tersebut merupakan pelanggaran mencolok atas resolusi PBB terkait dengan teknologi rudal balistik.
Kerry juga menyebut bahwa peluncuran itu merupakan tantangan besar atas destabilisasi yang tidak dapat diterima bagi perdamaian dan keamanan dunia.
Sementara itu Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menyebut bahwa peluncuran itu merupakan hal yang tak termaafkan. Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se pun menegaskan bahwa akan ada langkah lanjutan dengan Amerika Serikat, Jepang dan Australia untuk menambahkan sanksi ke Korea Utara.
Jepang pun ikut bereaksi. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, peluncuran tersebut merupakan hal yang tidak dapat diterima, terutama setelah Korea Utara telah menguji perangkat nuklir bulan lalu.
"Kami akan merespon tegas, koordinasi erat dengan masyarakat internasional," katanya kepada wartawan seperti dimuat
Reuters.
Jepang telah mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menembak jatuh roket itu jika telah menjadi ancaman.
[mel]
BERITA TERKAIT: