Presiden Kolombia Minta Bantuan Obama Pasca Konflik Dengan FARC

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 04 Februari 2016, 11:10 WIB
Presiden Kolombia Minta Bantuan Obama Pasca Konflik Dengan FARC
juan manuel santos/net
rmol news logo Presiden Kolombia Juan Manuel Santos meminta bantuan Presiden Amerika Serikat barack Obama untuk membantu mengimplementasikan perdamaian dengan kelompok pemberontak FARC.

Santos dan Obama sendiri dijadwalkan akan bertemu di Gedung Putih pada hari ini (Kamis, 4/2).

"Bagian dari pembicaraan dengan Presiden Obama adalah soal bagaimana mereka membantu kita pasca konflik," ujar Santos seperti dimuat BBC.

Untuk diketahui bahwa FARC merupakan kelompok pemberontak yang didirikan pada tahun 1964. Setelah sekitar lima dekade konflik dengan pemerintah dan pasukan Kolombia, pada November 2012 lalu FARC sepakat untuk ambil bagian dalam pembicaraan damai di Kuba.

Pembicaraan damai pun berujung pada kesepakatan di mana FARC berjanji untuk melucuti senjatanya dan membangun perdamaian dengan Kolombia.

Kesepakatan damai itu pun mencapai tenggat waktu 23 Maret mendatang.

"Periode pasca konflik lebih rumit daripada prosesnya itu sendiri," kata Santos. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA