
Pihak berwenang Perancis menghancurkan sebuah masjid dan gereja darurat yang dibangun untuk pengungsi yang bermukim di kota pelabuhan utara Calais di Calais Camp.
Insiden tersebut terjadi pada hari Senin (1/2). Pihak berwenang Perancis menyebut bahwa tindak itu diambil sebagai bagian dari rencana untuk memberishkan zona keamanan 100 meter di sekililing kamp dan jalan tol di dekatnya.
Pengungsi serta aktivis terkejut dengan tindakan tersebut. Pasalnya, dalam pemberitahuan sebelumnya disebutkan bahwa tempat ibadah tidak masuk dalam bagian pembongkaran.
Calais Camp sendiri merupakan wilayah di mana sekitar 5.000 pengungsi asal Suriah dan Sudan tinggal. Mereka telah membangun toko, sekolah dan tempat ibadah sendiri di wilayah tersebut. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: