Parlemen baru itu akan mengawali sistem pemerintahan pertama Myanmar yang dipilih secara demokratis sejak 50 tahun terakhir.
NDL diketahui menang telak dalam pemilu 8 November lalu. Partai tersebut berhasil menduduki 80 persen kursi di parlemen, mengalahkan Uni Solidaritas dan Partai Pembangunan yang didukung militer.
Pemilu tersebut merupakan yang pertama digelar di Myanmar pasca militer mengambil alih kekuasaan tahun 1962 lalu.
Di bawah kepemimpinan militer, aktivis dan kritikus politik dipenjarakan, termasuk Aung San Suu Kyi.
Namun pada tahun 2011, Myanmar mulai bergerak ke arah demokrasi setelah penguasa militer sepakat untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil yang dipimpin oleh Presiden Thein Sein.
Sein akan mundur pada akhir Marte atau awal April tahun ini dan digantikan oleh presiden baru dari NLD.
Kendati menang telak, namun dalam praktiknya, NLD harus berbagi kekuasaan dengan militer yang memegang 25 persen kursi di parlemen.
Namun demikian, Suu Kyi telah bertemu dengan para pemimpin militer senior untuk memastikan agar perubahan pemerintah berjalan dengan lancar.
[mel]
BERITA TERKAIT: