Tiga Maskapai Tangguhkan Penerbangan, Kabar Buruk Bagi Pariwisata Vanuatu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 29 Januari 2016, 14:19 WIB
Tiga Maskapai Tangguhkan Penerbangan, Kabar Buruk Bagi Pariwisata Vanuatu
vanuatu/net
rmol news logo Industri pariwisata Vanuatu saat ini berada di bawah ancaman setelah tiga maskapai besar menangguhkan penerbangan. Penangguhan tersebut dilakukan karena kekhawatiran atas memburuknya landasan pacu di Bandara Internasional Bauerfield di ibukota, Port Vila.

Selama beberapa pekan terakhir, tiga masakapai besar tingkat internasional yakni Qantas, Air New Zealand dan Virgin Australia menangguhkan penerbangan ke negara kepulauan di Samudera Pasifik bagian selatan itu.

Namun demikian sejumlah maskapai penerbangan pasifik masih terus menjalankan operasinya, termasuk Air Vanuatu.

Dikabarkan The Guardian (Jumat, 29/1), kerusakan terjadi bukan karena topan, melainkan karena degradasi dari waktu ke waktu. Hal itu diperburuk dengan keterlambatan pemerintah dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualiran.

Pemerintah Vanuatu dikritik karena dinilai belum bertindak menangani kerusakan landasan pacu padahal sudah ada kesepakatan 59,5 juta dolar AS dengan Bank Dunia untuk mendanai peningkatan landasan di Port Vila.

Penangguhan penerbangan yang dilakukan oleh tiga maskapai besar menjadi kemunduran bagi Vanuatu yang baru dihantam topan kategori lima bernama topan Pam tahun lalu.

Sektor pariwisata sendiri menyumbang sekitar 40 persen dari pemasukan Vanuatu. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA