Selama beberapa pekan terakhir, tiga masakapai besar tingkat internasional yakni Qantas, Air New Zealand dan Virgin Australia menangguhkan penerbangan ke negara kepulauan di Samudera Pasifik bagian selatan itu.
Namun demikian sejumlah maskapai penerbangan pasifik masih terus menjalankan operasinya, termasuk Air Vanuatu.
Dikabarkan
The Guardian (Jumat, 29/1), kerusakan terjadi bukan karena topan, melainkan karena degradasi dari waktu ke waktu. Hal itu diperburuk dengan keterlambatan pemerintah dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualiran.
Pemerintah Vanuatu dikritik karena dinilai belum bertindak menangani kerusakan landasan pacu padahal sudah ada kesepakatan 59,5 juta dolar AS dengan Bank Dunia untuk mendanai peningkatan landasan di Port Vila.
Penangguhan penerbangan yang dilakukan oleh tiga maskapai besar menjadi kemunduran bagi Vanuatu yang baru dihantam topan kategori lima bernama topan Pam tahun lalu.
Sektor pariwisata sendiri menyumbang sekitar 40 persen dari pemasukan Vanuatu.
[mel]
BERITA TERKAIT: