Negosiator untuk kedua belah pihak pada pembicaraan damai di Kuba awal pekan ini satu suara untuk meminta PBB mengirimkan misi pengawasan gencatan senjata selama 12 bulan.
"Kami telah memutuskan untuk meminta Dewan Keamanan PBB untuk membuat (misi) dari pengamat tak bersenjata untuk jangka waktu 12 bulan," kata kedua pihak dalam pernyataan bersama pada pembicaraan damai di ibukota Kuba, Havana (Selasa, 19/1).
Mereka menyebut, misi PBB tersebut bertugas untuk menjamin bahwa setiap gencatan senjata dan pelucutan senjata sebagai bagian dari proses perdamaian akan dilakukan dan berlangsung permanen.
PBB sendiri belum menyetujui usulan tersebut. Namun kedua belah pihak telah menegaskan bahwa keputusan bersama itu lebih dari sekedar formalitas. Hal itu harus dibaca sebagai sinyal bahwa proses perdamaian di Kolombia semakin jelas.
Konflik di dalam negeri antara militer dan kelompok FARC diketahui telah menelan sekitar 220.000 korban jiwa sejak tahun 1964.
Setelah konflik berkepanjangan, kedua belah pihak sepakat untuk memulai pembicaraan damai dengan dimediasi Kuba sejak November 2012. Sejah saat itu, sejumlah isu kunci seperti partisipasi politik pemberontak, hak atas tanah, perdagangan narkoba dan keadilan transisional telah disepakati.
[mel]
BERITA TERKAIT: