"Karena keadaan luar biasa yang dilewati ISIS, keputusan diambil untuk memotong gaji para mujahidin setenga," begitu kata pernyataan dari ISIS yang diperoleh oleh badan pengawas HAM, Syrian Observatory for Human Rights.
"Tidak ada yang akan dibebaskan dari keputusan ini tidak peduli posisinya, namun distribusi bantuan pangan akan terus dilakukan dua kali sebulan seperti biasa," sambung pernyataan itu seperti dimuat
The Guardian.
Menurut keterangan dari Kepala Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, pemotongan gaji berarti para militan ISIS akan mendapatkan gaji sekitar 200 dolar AS setiap bulannya.
Sedangkan militan asing yang dibayar dua kali lipat dari militan Suriah, akan mendapatkan gaji sebesar 400 dolar AS setiap bulan.
Keputusan untuk memotong gaji tersebut, kata Abdel Rahman, kemungkinan besar karena ISIS banyak kehilangan aset seperti kilang minyak serta infrastruktur lainnya akibat serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat dan juga Rusia.
[mel]
BERITA TERKAIT: