Ia dilantik sebagai Presiden Guatemala kemarin dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh internasional seperti Wakil Presiden Amerika Serikat, Presiden Meksiko, Ekuador dan sebagian besar negara Amerika Tengah serta Mantan Raja Spanyol Juan Carlos.
Dalam pidato pelantikannya, Morales menekankan bahwa ia tidak akan mentolerir korupsi di pemerintahannya.
"Tidak mentoleransi korupsi atau pencurian , itu adalah sesuatu yang bisa kita lakukan sejak hari pertama," kata pria berusia 46 tahun itu.
Kendati minim pengalaman di dunia politik, namun Morales berhasil memenangkan pemilihan umum Presiden Guatemala pada tanggal 25 Oktober 2015 lalu.
AFP mengabarkan bahwa kemenangan Morales lebih diakibatkan oleh kemuakkan masyarakat Guatemala dengan korupsi, terutama setelah presiden sebelumnya, Otto Perez terganjal skandal korupsi besar.
Namun demikian, dukungan politik Morales bisa dikatakan lemah karena partai pendukungnya, Partai Konservatif hanya memegang 11 kursi dari 158 kursi di kongres.
Hal itulah yang membuat Morales menegaskan bahwa penanganan korupsi adalah prioritas dari pemerintahan yang dipimpinnya, disamping upaya untuk memerangi tingkat pembunuhan yang tinggi di negara itu serta kemiskinan .
Sebagian besar warga Guatemala melihat Morales sebagai sosok komedian. Tak heran, karena Morales telah menggeluri karir sebagai komedian di sejumlah program televisi Guatemala selama sekitar 15 tahun.
[mel]
BERITA TERKAIT: