Sikabarkan
BBC (Jumat, 8/1) dengan merujuk pada keterangan aktivis dari Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) dan Being Slaughtered Silently serta saksi mata, militan berusia 21 tahun itu bernama Ali Saqr. Ia disebut-sebut telah melakukan eksekusi secara publik terhadap ibunya yang berusia 45 tahun bernama Lena al-Qasem.
Eksekusi itu dilakukan di depan sebuah kantor pos di kota Raqqa Suriah, di mana ISIS memegang kendali. Kabarnya, eksekusi itu tega dilakukan Ali karena sang ibu memintanya untuk meninggalkan ISIS.
Ali kemudian mengadukan permintaan ibunya itu kepada kelompoknya. Namun ia justru diperintahkan untuk membunuh ibunya.
Ali pun melaksanakan perintah pimpinan kelompoknya dengan mengeksekusi ibunya sendiri dengan cara menembaknya dengan senjata taha. Aksi keji itu dilakukan di depan kantor pos di mana sang ibu bekerja dengan disaksikan oleh ratusan orang di lokasi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: