"Dan kita juga harus menerima bahwa kita memerluka Israel. Ini adalah realitas di kawasan itu," kata Erdogan.
Pernyataan itu diungkapkan menyusul upaya kedua negara untuk mencapai kesepakatan terkait normalisasi hubungan bilateral.
"Jika langkah mutual dilaksanakan berdasarkan ketulusan, makan normalisasi akan mengikuti," tegasnya seperti dimuat
AFP (Sabtu 2/1).
Perlu diketahui, Turki dulu merupakan sekutu regional utama Israel sampai kedua negara terlibat masalah dalam penyerbuan mematikan yang dilakukan pasukan ISrael pada tahun 2010 pada sebuah kapal bantuan Turki Mavi Marmara yang menuju Gaza.
Menyusul hal itu, hubungan kedua negara mengalami fase buruk. Bahkan kedua negara sama-sama menarik duta besarnya masing-masing. Pada saat itu Erdogan yang menjabar Perdana Menteri menyebut bahwa ada tiga kondisi utama yang harus dipenuhi bila Israel mau menormalisasi hubungan dengan Turki yakni mencabut blokade Gaza, memberikan kompensasi bagi korban Mavi Marmara dan mengeluarkan permintaan maaf atas insiden tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: