Presiden Ma: Jepang Masih Berutang Permintaan Maaf Pada Taiwan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 29 Desember 2015, 18:30 WIB
Presiden Ma: Jepang Masih Berutang Permintaan Maaf Pada Taiwan
patung menyimbolkan comfort woman di korea selatan/net
rmol news logo Presiden Taiwan Ma Ying-Jeou menyebut Jepang masih memiliki utang permintaan maaf serta kompensasi kepada wanita-wanita Taiwan yang dipaksa bekerja sebagai "comfort woman" atau pekerja seks semasa Perang Dunia II lalu.

"Sikap pemerintah adalah untuk menuntut pemerintah Jepang meminta maaf kepada comfort women dari negara kita selama Perang Dunia II, untuk mengimbangi mereka, dan untuk mengembalika keadilan dan martabat mereka," kata Ma seperti dimuat Press TV (Selasa, 29/12).

Seruan tersebut disampaikan menyusul Jepang sepakat untuk meminta maaf kepada Korea Selatan serta memberikan kompensasi hingga satu miliar yen kepada para korban kerja seks paksa yang masih hidup.

Yayasan Penyelamat Taipei yang ikut menangani masalah comfort woman menyebut bahwa dari 58 korban kerja seks paksa di masa Perang Dunia II saat ini hanya empat orang yang masih hidup.

Direktur yayasan Kang Shu-hua menyuarakan keprihatinan tentang masalah tersebut dan menyebut bahwa Jepang juga berutang permintaan maaf dan kompensasi untuk wanita di negara lainnya yang menjadi korban seperti di China, Filipina, dan Indonesia. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA