"Sikap pemerintah adalah untuk menuntut pemerintah Jepang meminta maaf kepada comfort women dari negara kita selama Perang Dunia II, untuk mengimbangi mereka, dan untuk mengembalika keadilan dan martabat mereka," kata Ma seperti dimuat
Press TV (Selasa, 29/12).
Seruan tersebut disampaikan menyusul Jepang sepakat untuk meminta maaf kepada Korea Selatan serta memberikan kompensasi hingga satu miliar yen kepada para korban kerja seks paksa yang masih hidup.
Yayasan Penyelamat Taipei yang ikut menangani masalah comfort woman menyebut bahwa dari 58 korban kerja seks paksa di masa Perang Dunia II saat ini hanya empat orang yang masih hidup.
Direktur yayasan Kang Shu-hua menyuarakan keprihatinan tentang masalah tersebut dan menyebut bahwa Jepang juga berutang permintaan maaf dan kompensasi untuk wanita di negara lainnya yang menjadi korban seperti di China, Filipina, dan Indonesia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: