"Pasukan Angkatan Udara Rusia tidak pernah menargetkan sipil di Suriah," tegas Kolonel Jenderal dan Komandan Pasukan Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev seperti dimuat
Reuters.
Ia menekankan bahwa dalam menjalankan misi, Rusia mengerahkan pasukan yang terlatih dengan baik dan tidak pernah mengenai sasaran yang salah. Pasukannya juga dipastikan tidak menargetkan tempat-tempat yang sensitif seperti sekolah, rumah sakit, dan masjid.
Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan laporan Amnesty International yang baru. Dalam laporan yang dipublikasikan pekan lalu itu disebutkan bahwa Rusia berpotensi melakukan kejahatan perang karena telah menyebabkan banyak warga sipil tewas.
Rusia sendiri diketahui mulai melancarkan serangan udara pada 30 September lalu. Langkah itu diambil untuk membantu sekutunya, Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam melawan kelompok militan ISIS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: