Ursula Gauthier yang merupakan koresponden untuk majalah mingguan Perancis, L'Obs harus angkat kaki dari China pada 31 Desember mendatang setelah pihak berwenang menolak untuk memperbaharui visanya.
Pihak L'obs mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa tak lama setelah menerbitkan artikel Gauthier yang menyebut bahwa China menggunakan serangan Paris November lalu untuk membenarkan tindakan keras kepada Muslim Uighur, Gauthier kerap mendapat ancaman, bahkan hingga ancaman kematian.
The Guardian (Sabtu, 26/12), melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri China telah memintanya untuk menarik laporan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Perancis mengeluarkan pernyataan singkat yang menyesali penolakan perpanjangan visa tersebut.
"Perancis ingin mengingatkan betapa pentingnya bagi wartawan untuk dapat bekerja di mana-mana di dunia," kata keterangan kementerian.
[mel]
BERITA TERKAIT: