Ini adalah pertemuan pertama pemimpin kedua negara sejak mereka dipisahkan Revolusi 1949.
Berbagai kalangan memperkirakan pertemuan ini akan menandai perbaikan hubungan kedua negara.
CNN melaporkan, urusan protokoler dalam pertemuan bersejarah ini menjadi sangat rumit, mengingat secara resmi kedua negara tidak mengakui satu sama lain.
Termasuk yang juga dipersiapkan dengan sangat matang dan serius adalah sapaan yang akan digunakan keduanya dalam pertemuan.
Disepakati, Xi Jinping dan Ma Jingyeou tidak akan saling sapa dengan menggunakan kata presiden. Sebaliknya, mereka hanya akan menggunakan kata tuan atau mister.
Dalam jumpa pers hari Kamis lalu (5/11), Ma mengatakan dengan nada bercanda, dalam pertemuan nanti tagihan hotel dan makanan keduanya tetap akan dipisah.
Tidak ada negara yang suka melihat perang dan konflik. Bila kita dapat menstabilkan hubungan lintas selat, saya percaya negara-negara lain juga senang melihatnya,†ujar Ma.
Pertemuan ini menjadi semakin singnifikan karena dilakukan di tengah obsesi China menguasai Laut China Selatan dan kemarahan Amerika Serikat, yang dikenal sebagai pendukung Taiwan, atas berbagai manuver provokatif China.
[dem]
BERITA TERKAIT: