Menurut keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Kuwait pada Kamis (30/7), mereka yang diamankan itu mengaku telah menerima pelajaran soal terorisme dan pelatihan militer.
"Mereka terlibat dalam operasi pertempuran di Suriah dan Irak," kata kementerian seperti dimuat
Reuters.
Kuwait sendiri merupakan negara yang bertindak keras terhadap keamanan publik, terutama pasca adanya serangan teroris pada 26 Juni lalu. Dalam serangan yang diklaim ISIS itu, pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di dalam sebuah masjid dan menewaskan 26 orang.
Pemerintah Kuwait telah mendeklarasikan perang terhadap teroris. Belum diketahui dengan pasti apakah mereka yang ditangkap memiliki kaitan dengan serangan 26 Juni lalu atau tidak.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: