Begitu kabar yang dikeluarkan oleh pihak Facebook. Disebutkan bahwa drone tersebut memiliki sayap dari jenis Beoing 737. Drone yang akan beroperasi setinggi 90 ribu kaki di udara itu bisa berada di udara selama 90 hari.
Facebook mengatakan bahwa drone akan mampu menawarkan kecepatan internet dari 10 gigabit per detik.
Menurut keterangan wakil Presiden Facebook untuk urusan teknik global dan infrastruktur, Jay Parikh, drone yang dirancang oleh Inggris itu akan diuji di Amerika Serikat pada akhir tahun ini.
"Tujuan kami adalah untuk mempercepat pengembangan satu set baru teknologi yang secara drastis dapat mengubah ekonomi penggelaran infrastruktur internet," kata Parikh seperti dimuat
BBC (Jumat, 31/7).
"Kami sedang menjajaki sejumlah pendekatan yang berbeda untuk tantangan ini, termasuk pesawat terbang, satelit dan solusi terestrial," tandasnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: