Angka Pernikahan di Singapura Meningkat, Perceraian Merosot

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 29 Juli 2015, 12:56 WIB
Angka Pernikahan di Singapura Meningkat, Perceraian Merosot
ilustrasi/net
rmol news logo Data statistik terbaru Singapura menunjukkan bahwa saat ini angka pernikahan di negara tersebut meningkat, sedangkan angka perceraian mengalami penurunan.

Merujuk pada data yang dikeluarkan oleh Departemen Statistik Singapura (Singstat) yang dirilis Rabu (29/7), sepanjang tahun 2014 lalu, angka pernikahan meningkat 8,2 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan sepanjang tahun 2014 ada total 28.407 pernikahan yang didaftarkan. 22.863 di antaranya merupakan pernikahan sipil dan 5.544 lainnya merupakan pernikahan Muslim.

Namun demikian ada pergeresan usia menikah. Rata-rata pasangan yang mendaftarkan diri untuk menikah telah berusia di atas 30 tahun.

Kelompok usia puncak wanita Singapura yang menikah mengalami pergeseran dari semula antara usia 25 hingga 29 tahun pada tahun 2004 lalu menjadi usia 30 hingga 34 tahun pada tahun 2014 lalu. Sedangkan untuk laki-laki, kelompok usia menikah masih tetap antara usia 30 hingga 34 tahun.

Selain pergeseran usia menikah, ditemukan juga peningkatan pernikahan antar etnis yang semakin umum terjadi. Pada tahun lalu dari keseluruhan pernikaha, 20,4 persen di antaranya merupakan pernikahan antar etnis.

Angka pernikahan yang meningkat berbanding terbalik dengan angka perceraian di Singapura. Pada tahun lalu, angka perceraian justru turun 2,9 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian seperti dimuat Channel News Asia. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA