Hal itu terlihat dari laporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat terbaru. Laporan tersebut diluncurkan setelah Kuba dan Amerika Serikat memperbaiki hubungan bilateral dan saling membuka kembali kedutaan besarnya.
Wakil Menteri Luar Negeri untuk Keamanan Sipil, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia Sarah Sewall mengatakan Kuba telah membuat kemajuan dalam memerangi perdagangan manusia, terutama dengan tujuan seks. Namun demikian ia menyebut masih ada sejumlah pekerjaan rumah bagi Kuba untuk menangani perdagangan manusia dengan tujuan kerja paksa.
"Pemerintah Kuba tidak sepenuhnya memenuhi standar minimum untuk penghapusan perdagangan, namun telah membuat upaya yang signifikan untuk melakukannya," kata Sewall saat membacakan laporan tersebut seperti dimuat
BBC (Selasa, 28/7).
Sebelumnya, Amerika Serikat sebelumnya menuduh pemerintah Kuba memaksa warganya untuk bepergian ke luar negeri untuk bekerja pada proyek-proyek yang didukung pemerintah.
Kuba pertama kali masuk dalam daftar negara yang gagal memerang perdagangan manusia Amerika Serikat pada tahun 2003 lalu.
Namun seiring perbaikan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Kuba yang dimulai akhir tahun lalu dan baru gencar diimplementasikan beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat perlahan mulai membuka diri dengan Kuba.
[mel]
BERITA TERKAIT: