Langkah itu diambil setelah dewan eksekutif nasional Pramuka Amerika mengadakan pemungutan suara. Sebanyak 79 persen dari total 80 anggota dewan tersebut sepakat untuk mengakhiri aturan tersebut.
Namun demikian, kebijakan tersebut juga mengijinkan unit-unit Pramuka setempat yang dibentuk oleh organisasi agama untuk membuat pilihan mereka sendiri soal orang-orang dewasa gay yang memimpin unit Pramuka.
"Perubahan ini mengijinkan anggota pramuka dan oran tuanya untuk memelih unit lokal untuk organisasi dengan keyakinan yang sama," kata Pramuka Amerika dalam keterangan di situsnya.
"Perubahan ini juga menghormati hak religius organisasi untuk memilih pemimpin relawan dewasa yang keyakinannya konsisten dengannya," tutup pernyataan tersebut seperti dimuat
BBC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: