Al-Shabab Masih Ancam Kenya, Obama Serukan Rangkul Masyarakat Sipil

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 26 Juli 2015, 18:22 WIB
Al-Shabab Masih Ancam Kenya, Obama Serukan Rangkul Masyarakat Sipil
obama di kenya/net
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan bahwa kendati Kenya saat ini telah mulai stabil secara politik, namun perpecahan suku dan etnis bisa berpotensi menciptakan kekacauan.

"Politik yang didasarkan hanya pada suku dan etnis ditaktdirkan untuk memecah belah negara," kata Obama di Nairobi seperti dimuat BBC (Minggu, 26/7).

Dalam konferensi pers yang digelar bersama dengan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta itu Obama juga menyebut bahwa organisasi teror seperti al-Shabab masih mampu membahayakan warga sipil meskipun Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya tengah berjuang melemahkan jaringan kelompok tersebut.

Kata Obama, kendati melemahnya al-Shabab tidak berarti masalah terorisme selesai di kawasan Afrika Timur, termasuk Kenya. Karena itulah ia menyerukan agar Amerika Serikat dan Kenya tetap berbagi informasi intelijen demi mengidentifikasi dan mencegah ancaman.

Obama juga memberikan usulan agar pemerintah Kenya bisa lebih merangkul kelompok sipil. Pasalnya, merujuk pada pengalaman Amerika Serikat, aturan hukum dan merangkul kelompok sipil bisa lebih efektif untuk mencegah ancaman keamanan seperti yang ditimbulkan al-Shabab. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA