"Politik yang didasarkan hanya pada suku dan etnis ditaktdirkan untuk memecah belah negara," kata Obama di Nairobi seperti dimuat
BBC (Minggu, 26/7).
Dalam konferensi pers yang digelar bersama dengan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta itu Obama juga menyebut bahwa organisasi teror seperti al-Shabab masih mampu membahayakan warga sipil meskipun Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya tengah berjuang melemahkan jaringan kelompok tersebut.
Kata Obama, kendati melemahnya al-Shabab tidak berarti masalah terorisme selesai di kawasan Afrika Timur, termasuk Kenya. Karena itulah ia menyerukan agar Amerika Serikat dan Kenya tetap berbagi informasi intelijen demi mengidentifikasi dan mencegah ancaman.
Obama juga memberikan usulan agar pemerintah Kenya bisa lebih merangkul kelompok sipil. Pasalnya, merujuk pada pengalaman Amerika Serikat, aturan hukum dan merangkul kelompok sipil bisa lebih efektif untuk mencegah ancaman keamanan seperti yang ditimbulkan al-Shabab.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: