"Ketika anda mulai memperlakukan orang lain secara berbeda bukan karena ada bahaya yang mereka lakukan kepada siapapun, tetapi karena mereka berbeda, itulah jalan di mana kebebasan mulai terkikis," kata Obama dalam konferensi pers bersama yang digelar dengan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta di Nairobi (Sabtu, 25/7).
Di Kenya sendiri saat ini hukum yang berlaku menyebut bahwa aktivitas seksual antara sesama laki-laki merupakan hal yang ilegal dan bisa dihukum dengan pidana penjara paling lama 14 tahun.
CNN mengabarkan bahwa sebelum kunjungannya ke Kenya, Obama telah didorong oleh sejumlah pemimpin Kenya agar tidak membahas soal isu hak-hak gay.
Namun Obama tetap mengangkat isu tersebut dan menyamakan diskriminasi kaum gay dengan rasisme di amerika Serikat.
"Dan ketika pemerintah terlibat dalam kebiasaan untuk memperlakukan orang berbeda, kebiasaan tersebut dapat menyebar," kata Obama.
"Sebagai seorang Afrika-Amerika, saya sangat menyadari apa yang terjadi ketika orang diperlakukan berbeda di bawah hukum," sambungnya.
Namun demikian, dalam kesempatan yang sama Kenyatta menyebut bahwa pihaknya dan Amerika Serikat berbagi nilai-nilai dan tujuan-tujuan bersama. Sedangkan masalah hak-hak gay tidak termasuk di antaranya.
"Faktanya adalah Kenya dan Amerika Serikat berbagi begitu banyak nilai-nilai seperti kecintaan umum untuk atas demokrasi, kewirausahaan, nilai keluarga," kata Kenyatta.
"Tapi ada beberapa hal yang kita harus mengakui kita tidak berbagi. Budaya kita, masyarakat kita tidak menerima," tambahnya.
Dalam kunjungan Obama ke Kenya, kedua belah pihak menandatangani sejumlah topik utama seperti ekonomi serta perjuangan melawan teror.
Ini adalah kali pertama Obama mengunjungi Kenya sebagai Presiden. Kunjungan terakhir Obama ke Amerika Serikat dilakukan pada tahun 2006 lalu saat masih menjadi senator Amerika Serikat.
[mel]
BERITA TERKAIT: