Kedua satelit tersebut diluncurkan oleh sebuah roket dari Xichang Satellite Launch Centre di provinsi Sichuan.
Channel News Asia mengabarkan bahwa satelit tersebut merupakan satelit ke-18 dan ke-19 yang diluncurkan oleh Tiongkok dengan tujuan untuk mengembangkan sistem navigasi domestik Beidou, atau Kompas.
Beidou sendiri saat ini berpusat di kawasan Asia Pasifik, namun dijadwalkan untuk mencakup seluruh dunia pada tahun 2020 mendatang.
"Kesuksesan peluncuran itu mendandai langkah solid lainnya dalam membangun Beidou menjadi sistem navigasi dengan cakupan global," kata pusat peluncuran satelit tersebut.
Beidou sendiri diluncurkan pertama kali pada tahun 2012 laly untuk bersaing dengan GPS dari Amerika Serikat, GLONASS dari Rusia dan Galileo dari Uni Eropa. Sistem semacam itu telah digunakan oleh sejumlah negara di Asia seperti Laos, Pakistan, dan Thailand.
Satelit baru tersebut ditempatkan untuk menguji jenis baru sinyal navigasi dan hubungan antar satelit.
Sistem Beidou saat ini digunakan untuk layanan sipil seperti navigasi dan pesan, serta di sektor transportasi, peramalan cuaca, dan juga aplikasi militer.
[mel]
BERITA TERKAIT: