Indonesia rencananya akan menjadi negara pertama yang dikunjungi Cameron dalam rangkaian tur Asia Tenggara yang dimulai pada Senin (27/7).
Tur Cameron ke Asia Tenggara itu sendiri sebenarnya merupakan bagian dari misi dagang Inggris.
Namun
BBC (Minggu, 26/7) memuat bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo nanti, rencananya akan juga ada pembahasan soal ekstrimis. Pembahasan tersebut juga rencananya akan diangkat dalam pertemuan Cameron dengan perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.
Pemerintah Inggris memperkirakan, saat ini setidaknya ada 500 warga negara Indonesia dan 200 warga negara Malaysia yang telah bergabung dengan kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah.
Cameron menyebut bahwa ekstrimisme semacam itu hanya bisa dikalahkan bila negara-negara bersatu dan menganggap mereka sebagai musuh bersama.
Ia pun menyebut bahwa Inggris tertarik untuk mengeksplorasi soal apakah Inggris bisa menawarkan dukungan dalam upaya tersebut, seperti menghalau pejuang asing, menyelidiki potensi plot teror, dan meningkatkan keamanan penerbangan.
"Kita semua menghadapi ancaman dari pejuang asing dan dari peningkatan radikalisasi dalam negara kita dan itu benar bahwa kita melihat apa ada bantuan yang bisa kita berikan kepada satu sama lain," katanya sebelum bertolak ke Indonesia.
[mel]
BERITA TERKAIT: