Sejumlah tempat pemungutan suara di negara tersebut tetap dibuka mulai pukul 06.00 waktu setempat kendati sejumlah tembakan dan ledakan terjadi pada malam hari di ibukota Bujumbura.
Ketegangan politik dalam pemilu di negara tersebut terjadi menyusul keputusan Presiden Pierre Nkurunziza yang kembali maju untuk ketiga kalinya dalam pemilihan umum tersebut.
Kritikus presiden menilai, pemungutan suara tersebut inkonstitusional, karena dalam konstitusi, masa jabatan presiden hanya diatur untuk dua kali periode.
Sementara itu pemerintah menuding pihak oposisi telah memprvokasi protes kekerasan.
Kantor kepresidenan menilai bawah aksi protes terbaru merupakan tindaakan teroris yang dimaksudkan untuk menganggu pemilu.
"Orang-orang melakukannya untuk mengintimidasi pemilih agar mereka tidak pergi ke TPS," kata Kepala penasihat komunikasi Willy Nyamitwe seperti dimuat
BBC.
Konflik yang terjadi di negara tersebut telah menyebabkan sekitar 1.000 warga angkat kaki ke Tanzania setiap harinya jelang pemilihan umum.
[mel]
BERITA TERKAIT: