Menurut juru bicara militer pemerintah yang diakui secara internasional di Libya Nasser al-Hassi, penyerangan itu dilakukan karena kapal-kapal itu tengah mengangkut militan, senjata, serta amunisi yang mendukung terorisme.
Tidak ada saksi mata atau konfirmasi independen terkait dengan serangan tersebut.
Libya diketahui masih berada dalam kekacauan dengan adanya dua pemerintah dan parlemen serta angkatan bersenjata masing-masing pascatergulingnya pemimpi Muammar Gaddafi.
Salah satu di antaranya merupakan pemerintah yang diakui secara internasional.
Kedua kubu sama-sama berupaya menguasai wilayah perbatasan di negara produsen minyak itu. Perebutan kekuasaan itu semakin membawa Libya jauh dari kata damai. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: