Menurut keterangan Kantor Luar Negeri Inggris dan lembaga amal asal Afrika Selatan, di antara 20 orang tersebut terdapat warga negara Inggris, Afrika Selatan, dan India.
Tiongkok sendiri telah melepaskan 11 di antaranya. Namun sembilan orang lainnya tetap ditahan tanpa tuduhan yang jelas di sebuah pusat penahanan.
Menurut keterangan pemerintah Tiongkok, beberapa di antara sembilan orang tersebut ditahan karena telah menonton video propaganda dari kelompok teror di kamar hotel yang mereka tempati.
"Staf Konsuler telah mengunjungi kelompok tersebut untuk memberikan bantuan dan menghubungkan dengan pihak berwenang Tiongkok," kata juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris seperti dimuat
Reuters (Rabu, 15/7).
Para wisatawan itu diketahui tengah menjalani tur selama 47 hari saat penangkapan terjadi di bandara di Erdos Mongolia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: